Budidaya belut di dalam drum

Cara Budidaya belut– budidaya belut atau beternak belut pada saat ini sudah menjadi hal yang tidak biasa lagi karena belut semakin hari semakin banyak permintaanya di pasaran selain karena rasanya yang nikmat dan juga harga belut yang relativ murah sehingga daging belut banyak di minati, hal ini menjadi sesuatu yang membuat banyak orang berkecimpung di usaha bididaya atau beternak belut sebagai peluang bisnis rumahan.


 Dalam praktek budidaya belut kendala yang sering di alami oleh para pemula adalah tempat atau media belut di budidayakan karena belut hidup di dalam lumpur sehingga kesulitan memelihara belut di dalam kolam tanah maka dari itu alternatif lain dalam budidaya belut adalah menggunakan drum bekas sebagai tempat budidaya belut selain menghemat biaya juga dapat membantu dan mempermudah dalam masa pemanenan belut nantinya, pada artikel kali ini kita akan membahas cara bididaya atau beternak belut di dalam drum bagaimanakah itu berikut ulasannya:
ternak belut sebagai peluang bisnis
GAMBAR : BELUT
1. Persiapkan alat yang di butuhkan dalam memulai  beternak belut di dalam drum
Dalam memulai beternak atau budidaya belut di dalam drum hal pertama yang anda lakukan adalah memepersiapak segala peralatan yang mungkin nantinya anda perlukan dalam kesuksesan beternak belut nantinya , peralatan yang anda butuhkan yaitu drum bekas, cangkul, gayung atau sekop, namun pastikan drum yang anda gunakan tidak berkarat karena akan menggangu proses budidaya belut nantinya , anda dapat mengecat drum jika berkarat namun agar tidak memakan biaya yang mahal anda hanya cukup megecat bagian dalam drum saja.
2. Persiapan budidaya
Pada tahap ke dua yang anda lakukan adalah memasukkan tanah ke dalam drum sebagai dasar dari kolam buatan kita, namun dalam memasukkan tanah ke dalam drum pastikan tanah yan anda masukkan adalah tanah yang bebas dari pasir atau semacamnya yang dapat mengganggu proses ternak dari belut, untuk mendapatkan tanah yang baik anda dapat mencarinya di daerah yang memiliki tanah yang subur dan bebas pasir dan juga pupuk karena bisa saja tanah yang kita gunakan telah tercampur denga pupuk atau kotoran ternak. Tips lain yang dapat anda gunakan adalah mengunakan lumpur yang ada di sawah karena lumpur yang berada sangat baik dalam beternak belut karena lumpur di sawah biasanya lebih baik di gunakan, tanah di dalam drum  juga tidak boleh terlalu banyak anda cukup memasukkan tanah atau lumpur di dalam drum sekitar ½ meter saja.
Setelah proses pemasukan tanah ke dalam  drum siram drum dengan air kira-kira 2 centimeter di atas pemukaan tanah di dalam drum usahakan air pada drum juga air yang bersih tunggu lah setelah lumpur atau tanag mengendap lg ke dasar drum. Setelah tanah mengendap kembali di dalam drum masukkan tanaman air di dalam drum agar pasokan udara pada drum baik dan hal ini memabntu belut dalam bernafas di dalam sempitnya drum itu sendiri, tanaman aiar yang dapat anda letakkan di dalam drum dapat berupa eceng gondok atau lalang air.
3. Proses pemasukan bibit belut ke dalam drum
Nah setelah tahan no 2 telah anda lakukan proses selanjutnya adalam memasukkan bibit belut ke dalam drum sekitar 150 -200 bibit saja hal ini juga tergantung dari ukuran drum yang anda gunakan jika drum lebih kecil anda dapat memasukkan sekitar 100 ekor bibit saja di dalamnya.  Untuk mendapatkan bibit belut yang sehat dan berkwalitas anda dapat membelinya di pasar hewan atau tempat penjualan bibit belut terdekat di kota anda harga bibit belut sendiri sekitar 500 rupiah per ekornya namun harga tersebut bukan patokan bisa saja lebih mahal atau bisa sajah lebih murah tergantuk kota anda masing-masing.
4. Perawatan dan pemeliharaan belut
Pada tahap ini adalah tahap yang menentukan keberhasilan dari beternak belut yaitu perawatan dan pemeliharaan belut, dalam merawat dan memelihara belut yang baik dan benar a yaitu memastikan anda mengganti air pada drum seminggu sekali agar suasana dalam kolam tetap segar dan juga tidak berbau amis. Dalam memberi makan belut anda haru melakukannya setiap hari makanan yang dapat anda berukan kepada belut dapat berupa cacing tanah, cacing sutra, cicncangan daging keong/bekicot, atau bisa juga anda memberi ikan kecil seperti ikan cetol. Jika anda tidak ingin susah susah mencari makanan belut dan ingin beternak cacing atau ikan cetol anda dapat membaca panduannya di sini BETRNAK IKAN CETOl dan juga BETRNAK CACING SUTRA.
5. Masa panen
Setalah anda melakukan prosedur no 4 secara berkala dan teratur maka dalam waktu 3-4 bulan anda dapat memanen belut ini dan anda dapat menjual belut ini dan tentunya meraup untung, bisnis belut ini juga bisa menjadi pekerjaan utama anda karena permintaan akan belut dari tahun ke tahun tidak pernah surut dan semakin meningkat setiap tahunnya.
Itulah dia sedikit tutorial memelihara atau budidaya belut di dalam drum jika ada pertanyaan seputar pemeliharaan belut dan budidaya belut anda dapat memberikan komentar di bawah.
KATA KUNCI :
beternak belut, beternak belud di drum. budidaya belut, budidaya belut di drum, memelihara belut, makanan belut, apakah makanan belut, gambar belut, makanan belut, memelihara anak belut, memelihara bibit belut, harga bibit belut, peluang bisnis
Budidaya belut di dalam drum | PILAT GEDE | 4.5